Kamis, Maret 05, 2009
Minggu, Februari 15, 2009
Jogjakarta, 03 Feb '09
Senin, Desember 08, 2008
mengganti tempat
seperti biasa, saya selalu menulis puisi di specialforus.multiply.com. Namun, mungkin ada beberapa kesalahan sehingga membuat saya tidak bisa menulis di situ untuk sementara.
Sedangkan waktu akan terus berjalan, dan saya tidak lagi mempunyai kesempatan menulis sampai akhir januari. jadi, lebih baik saya tulis disini dulu, baru saya pindahkan ketika saya kembali dari peraduan.
-Biru-
laut dan langit
biru
suatu warna ter-arah bagi dunia
-Riphat
"Dingin pagi ini, dengan sunyi tanpa alasan ingin bersama ku. Susu coklat hangat memaksa, terlintas hati untuk kembali. Suatu ruang kerja yang selalu ku cinta"
-Penantian untuk bara api-
sebuah korek, ku ambil
mencoba ku gesek dengan terampil
kunyalakan api kecil
dengan niat, akan membesar dalam beberapa saat
namun
tak kunjung, melintas
berlinang, tidak berubah
terlalu, gemuruh angin menerpa
kupelihara, dengan sabar ku memutar dasar jiwa yang kasar
proses, memakan waktu
menanti terus menanti, berharap api terus menyala, tidak mati
menanti terus menanti, berharap tidak ada parasit menggali
menanti terus menanti, menanti lagi lagi menanti
api, titik terang. Mencuat dan terus merangsang
sahabat, sekarang hanya bara yang ku jaga.
Angin menuju Bandung dari Jakarta membawanya terbang
menghilang
bara api, kisah ini akan terkenang, sayang.
- Riphat
*untuk dia, tentang kita. ketika di penjara, menunggu masa. Catatan awal untuk melakukan eksplorasi kepada dunia.
-Terka-
sepertinya langit mengantuk
bergiliran semakin sayu
termenung aku, kerikil berbisik
terka, bagaimana dia mencairkan darah yang mulai membeku
terka, bagaimana dia menghentikan langkah jantung ku
terka, bagaimana dia membangun istana pasir kitu
sepertinya waktu berlari meninggalkan aku yang lelah
aku mencoba bergegas, namun apa daya
hanya keresahan yang menyemangati hati
gelinding bola itu pun terlihat sangat terburu-buru
memang warna putih itu mulai memudar
butiran-butiran nasi pun juga terbujuk
mereka mulai membusuk
ingin rasanya mencuci noda di kemeja itu
mencoba merasakan lagi bahwa tidak ada salahnya memakai lagi
memang tidak ada lagi lemari kosong yang dapat ku pakai?
terlihat manis puding yang ter pampang di rumah makan seberang
setelah berhasil mengumpulkan uang untuk membeli,
kecut.
terka, bagaimana aku membuka lacinya
terka, bagaimana aku menghabiskan air digelas kuning cerah, tanpa meminumnya
terka, terka, dan terka
terka, kata beralasan untuk meminta
-Riphat
-sudut, titik terbalik dan berharap-
adakah aku di sudut hati?
lagi ku tanya, adakah aku di sudut hati?
neon yang menyala, terpaksa dia
apakah?
terbawa bila, memutar dunia
hasrat bersua, waktu tak kunjung tiba
air meluap, aku dan kau terhadap
bencana bagi ku, biasa bagi mu
senja itu menuai daram ku cinta
genderang menabuh, terpukau aku
nafas terbuang, semakin larut
balut saja luka hati di sudut
lambat laun menjadi menahun
berserakan daun-daun
berulah, terjamak sudah
duhai adik, abang berbisik
sedang asik semua, tak ada
serangga mengusik, mereka berbalik
setiap garis yang ku tarik diatas kertas putih dalam sudut memelas
kapsul surat terbawa ombak di laut
terdampar hanya di hati suatu sudut
titik terang, terkarang bukan
selimut ku bercerita, cahaya nurani, cahaya abadi. Titik di sudut itu berlari, dari itu maka ku tanya.
Lagi dan terus terulang.
Adakah aku di sudut hati?
Nama ku setidaknya?
Bagaimana?
Kau tau mengapa aku memaksa?
Karena dirimu tertera di sudut hati
kau memulai cerita hidupku di dalam sebuah titik terpelihara di sudut
semakin banyak terlihat kerut
cinta ku abadi tanpa raut
-Riphat
"mendengar apa yang tidak kau katakan, melihat apa yang kau sembunyikan, dan menikmati cinta sudah pernah kau berikan"
-kembali-
Terpaku aku menyendiri, melihatnya samar. Geliat masa lalu kembali tersadar, rasa sesal kembali tercuat mekar. Angin siang menegur renungku, setelah memahami aku menyapa. Terdengar tawa syeikh itu tanpa sadar. Menyelinap kedalam aliran sempit menuju otak. Tawa demi tawa di telusurinya sejenak. Gugur pohon berbaris dan tersenyum. Lika-liku embun pagi tersirat kembali di hati.
Dengan santun, kembali ia mengetuk jendela tempat biasa aku memandang dunia.
Kembali ku melihat dirinya
renyah terdengar suaranya
gelagat tawa empuk dan tatapan mata terpuja.
Dia sosok sempurna ku. Termenung aku memikirkan nya, kembali. Terukir lagi kisah sempurna kami. Terkenang lagi, berharap kembali. Kenangan kisah sempurna membuatku lupa untuk mengedipkan mata. Habis kata-kata ku mengungkap kisah ini.
inilah cerita lama, kembali terjadi.
Semoga dia mengerti bahwa aku ingin dia kembali, membiarkan dunia tahu, kita (pernah dan akan selalu) bersama.
Karena terkunci sudah, aku dengannya.
-Riphat
"untuk ****** *****. Kau akan terkenang selalu. ingin aku mengulang kembali kisah kasih kita. Tapi yang sudah terjadi biar saja terjadi. Teringat ketika kau mengenalkan aku dengan apa itu cinta, hangatnya kasih sayang, dan bersihnya sebuah cinta putih. Maafkan atas segala rasa salah, keluh kesah, dan gelisah yang pernah aku adu kan. Semoga kita dapat bertemu kembali, karena kau adalah cinta abadi (ku) 150305"
-sa(ya)ng-
"untuk kicau burung yang seharusnya menemani setiap pagi ku. Teh hangat, udara segar, siap memulai hari"
Tidak ada alasan untuk diam, hasrat untuk bicara teredam.
Sudah saja ingatan yang kelam.
Terima kasih adik ku sayang,
engkau akan selalu terkenang,
kutemukan sebuah titik terang.
Sampai jumpa untuk sekarang,
kita akan bersua, temui aku
setelah aku selesai bertualang,
kita pasti bertemu sayang.
-Riphat
Sedangkan waktu akan terus berjalan, dan saya tidak lagi mempunyai kesempatan menulis sampai akhir januari. jadi, lebih baik saya tulis disini dulu, baru saya pindahkan ketika saya kembali dari peraduan.
-Biru-
laut dan langit
biru
suatu warna ter-arah bagi dunia
-Riphat
"Dingin pagi ini, dengan sunyi tanpa alasan ingin bersama ku. Susu coklat hangat memaksa, terlintas hati untuk kembali. Suatu ruang kerja yang selalu ku cinta"
-Penantian untuk bara api-
sebuah korek, ku ambil
mencoba ku gesek dengan terampil
kunyalakan api kecil
dengan niat, akan membesar dalam beberapa saat
namun
tak kunjung, melintas
berlinang, tidak berubah
terlalu, gemuruh angin menerpa
kupelihara, dengan sabar ku memutar dasar jiwa yang kasar
proses, memakan waktu
menanti terus menanti, berharap api terus menyala, tidak mati
menanti terus menanti, berharap tidak ada parasit menggali
menanti terus menanti, menanti lagi lagi menanti
api, titik terang. Mencuat dan terus merangsang
sahabat, sekarang hanya bara yang ku jaga.
Angin menuju Bandung dari Jakarta membawanya terbang
menghilang
bara api, kisah ini akan terkenang, sayang.
- Riphat
*untuk dia, tentang kita. ketika di penjara, menunggu masa. Catatan awal untuk melakukan eksplorasi kepada dunia.
-Terka-
sepertinya langit mengantuk
bergiliran semakin sayu
termenung aku, kerikil berbisik
terka, bagaimana dia mencairkan darah yang mulai membeku
terka, bagaimana dia menghentikan langkah jantung ku
terka, bagaimana dia membangun istana pasir kitu
sepertinya waktu berlari meninggalkan aku yang lelah
aku mencoba bergegas, namun apa daya
hanya keresahan yang menyemangati hati
gelinding bola itu pun terlihat sangat terburu-buru
memang warna putih itu mulai memudar
butiran-butiran nasi pun juga terbujuk
mereka mulai membusuk
ingin rasanya mencuci noda di kemeja itu
mencoba merasakan lagi bahwa tidak ada salahnya memakai lagi
memang tidak ada lagi lemari kosong yang dapat ku pakai?
terlihat manis puding yang ter pampang di rumah makan seberang
setelah berhasil mengumpulkan uang untuk membeli,
kecut.
terka, bagaimana aku membuka lacinya
terka, bagaimana aku menghabiskan air digelas kuning cerah, tanpa meminumnya
terka, terka, dan terka
terka, kata beralasan untuk meminta
-Riphat
-sudut, titik terbalik dan berharap-
adakah aku di sudut hati?
lagi ku tanya, adakah aku di sudut hati?
neon yang menyala, terpaksa dia
apakah?
terbawa bila, memutar dunia
hasrat bersua, waktu tak kunjung tiba
air meluap, aku dan kau terhadap
bencana bagi ku, biasa bagi mu
senja itu menuai daram ku cinta
genderang menabuh, terpukau aku
nafas terbuang, semakin larut
balut saja luka hati di sudut
lambat laun menjadi menahun
berserakan daun-daun
berulah, terjamak sudah
duhai adik, abang berbisik
sedang asik semua, tak ada
serangga mengusik, mereka berbalik
setiap garis yang ku tarik diatas kertas putih dalam sudut memelas
kapsul surat terbawa ombak di laut
terdampar hanya di hati suatu sudut
titik terang, terkarang bukan
selimut ku bercerita, cahaya nurani, cahaya abadi. Titik di sudut itu berlari, dari itu maka ku tanya.
Lagi dan terus terulang.
Adakah aku di sudut hati?
Nama ku setidaknya?
Bagaimana?
Kau tau mengapa aku memaksa?
Karena dirimu tertera di sudut hati
kau memulai cerita hidupku di dalam sebuah titik terpelihara di sudut
semakin banyak terlihat kerut
cinta ku abadi tanpa raut
-Riphat
"mendengar apa yang tidak kau katakan, melihat apa yang kau sembunyikan, dan menikmati cinta sudah pernah kau berikan"
-kembali-
Terpaku aku menyendiri, melihatnya samar. Geliat masa lalu kembali tersadar, rasa sesal kembali tercuat mekar. Angin siang menegur renungku, setelah memahami aku menyapa. Terdengar tawa syeikh itu tanpa sadar. Menyelinap kedalam aliran sempit menuju otak. Tawa demi tawa di telusurinya sejenak. Gugur pohon berbaris dan tersenyum. Lika-liku embun pagi tersirat kembali di hati.
Dengan santun, kembali ia mengetuk jendela tempat biasa aku memandang dunia.
Kembali ku melihat dirinya
renyah terdengar suaranya
gelagat tawa empuk dan tatapan mata terpuja.
Dia sosok sempurna ku. Termenung aku memikirkan nya, kembali. Terukir lagi kisah sempurna kami. Terkenang lagi, berharap kembali. Kenangan kisah sempurna membuatku lupa untuk mengedipkan mata. Habis kata-kata ku mengungkap kisah ini.
inilah cerita lama, kembali terjadi.
Semoga dia mengerti bahwa aku ingin dia kembali, membiarkan dunia tahu, kita (pernah dan akan selalu) bersama.
Karena terkunci sudah, aku dengannya.
-Riphat
"untuk ****** *****. Kau akan terkenang selalu. ingin aku mengulang kembali kisah kasih kita. Tapi yang sudah terjadi biar saja terjadi. Teringat ketika kau mengenalkan aku dengan apa itu cinta, hangatnya kasih sayang, dan bersihnya sebuah cinta putih. Maafkan atas segala rasa salah, keluh kesah, dan gelisah yang pernah aku adu kan. Semoga kita dapat bertemu kembali, karena kau adalah cinta abadi (ku) 150305"
-sa(ya)ng-
"untuk kicau burung yang seharusnya menemani setiap pagi ku. Teh hangat, udara segar, siap memulai hari"
Tidak ada alasan untuk diam, hasrat untuk bicara teredam.
Sudah saja ingatan yang kelam.
Terima kasih adik ku sayang,
engkau akan selalu terkenang,
kutemukan sebuah titik terang.
Sampai jumpa untuk sekarang,
kita akan bersua, temui aku
setelah aku selesai bertualang,
kita pasti bertemu sayang.
-Riphat
Sabtu, Desember 06, 2008
tempat menoreh keluh kesah
saya mempunyai suatu lubang tempat dimana saya menoreh rasa gelisah. saya akan mempublikasi kan nya, di pertemuan selanjutnya. tunggu saja ya.
Riphat
Riphat
Senin, November 17, 2008
perjalanan panjang penantian sebuah impian
semenjak saya mulai belajar lagi, bertemu teman baru, dan lingkungan baru, tidak ada kata apapun yang dapat menuliskan kegembiraan saya waktu itu. memang masa yang indah.
cinta, benci, tikungan antar teman dekat, muka dua, salah paham, perkelahian dan apapun itu, positif ataupun negatif, semuanya menyenangkan.
memang kadang saat kita melewatinya, banyak sekali hal-hal yang kita hadapi dengan sangat tidak dewasa. tapi, itu pun menyenangkan. hidup ini hanya sekali, gunakan sebaik mungkin, karena kita tidak yakin bisa menikmati hari-hari di dunia selanjutnya seperti kita menikmati di dunia ini.
banyak cobaan menimpa saya. saya tidak sadar akan semua cobaan yan diberikan Allah hanya karena saya tidak mengikuti perintahNya.
namun, saya hanya mengabaikannya. salah besar. sedih sekali. haha.
kawan, seperti hari semakin larut, sekarang jarum jam sudah menunjukan pukul 00.20, which is means i have to finish this. haha. oke deh, kita akan berjumpa lain waktu, mungkin agak lama. Karena saya minggu depan sudah masuk boarding school yang menurut saya sangat memegang teguh prinsip tradisional. sampai2 tidak ada hape dan hanya boleh menggunakan internet dalam waktu yang sangat singkat sekali. haha. sekolah yang aneh.
baiklah kawan, sampai jumpa di lain waktu.
cinta, benci, tikungan antar teman dekat, muka dua, salah paham, perkelahian dan apapun itu, positif ataupun negatif, semuanya menyenangkan.
memang kadang saat kita melewatinya, banyak sekali hal-hal yang kita hadapi dengan sangat tidak dewasa. tapi, itu pun menyenangkan. hidup ini hanya sekali, gunakan sebaik mungkin, karena kita tidak yakin bisa menikmati hari-hari di dunia selanjutnya seperti kita menikmati di dunia ini.
banyak cobaan menimpa saya. saya tidak sadar akan semua cobaan yan diberikan Allah hanya karena saya tidak mengikuti perintahNya.
namun, saya hanya mengabaikannya. salah besar. sedih sekali. haha.
kawan, seperti hari semakin larut, sekarang jarum jam sudah menunjukan pukul 00.20, which is means i have to finish this. haha. oke deh, kita akan berjumpa lain waktu, mungkin agak lama. Karena saya minggu depan sudah masuk boarding school yang menurut saya sangat memegang teguh prinsip tradisional. sampai2 tidak ada hape dan hanya boleh menggunakan internet dalam waktu yang sangat singkat sekali. haha. sekolah yang aneh.
baiklah kawan, sampai jumpa di lain waktu.
Senin, November 10, 2008
hari pahlawan
hari pahlawan menurut saya adalah suatu hari yang sangat sakral dan penting. kenapa? karena itu adalah hari dimana kita bisa merasakan apa yang sudah pahlawan2 kita lakukan dan berikan dengan setulus hati.
sudah terlalu banyak warga yang tidak peduli akan apa yang sudah pahlawan perbuat. paling tidak, saya mohon, di peringati saja sudah cukup membuat mereka, dan saya salah satu keturunan dari pejuang '45 itu.
Dalam hal ini, saya mau cerita sedikit, semenjak ibu meninggal, ayah berjuang sendiri, kadang apa yang sudah beliau lakukan dengan sepenuh hati dan tulus malah membuat anak2 nya jengkel dan kesal. memang tidak pantas beliau menerima atau menyayangi manusia seperti saya yang hanya bisa membuat susah saja. tapi, beliau sangat senang katanya.
Saya sangat terharu dengan semua yang sudah beliau perbuat, Alm. ibu pasti bangga dan senang, hanya aku yang akan membuat Alm. ibu kecewa adapun bersedih. maafkan anak durhaka mu ini ibu, ade sagat mencintai ibu. untuk ayah tercinta, saya persembahkan puisi untuk beliau. inti dari pahlawan. karena beliau adalah pahlawan bagi kami, anak2 nya. bapak, sukses yah.
untuk melihat puisinya, buka *specialforus.multiply.com*
sudah terlalu banyak warga yang tidak peduli akan apa yang sudah pahlawan perbuat. paling tidak, saya mohon, di peringati saja sudah cukup membuat mereka, dan saya salah satu keturunan dari pejuang '45 itu.
Dalam hal ini, saya mau cerita sedikit, semenjak ibu meninggal, ayah berjuang sendiri, kadang apa yang sudah beliau lakukan dengan sepenuh hati dan tulus malah membuat anak2 nya jengkel dan kesal. memang tidak pantas beliau menerima atau menyayangi manusia seperti saya yang hanya bisa membuat susah saja. tapi, beliau sangat senang katanya.
Saya sangat terharu dengan semua yang sudah beliau perbuat, Alm. ibu pasti bangga dan senang, hanya aku yang akan membuat Alm. ibu kecewa adapun bersedih. maafkan anak durhaka mu ini ibu, ade sagat mencintai ibu. untuk ayah tercinta, saya persembahkan puisi untuk beliau. inti dari pahlawan. karena beliau adalah pahlawan bagi kami, anak2 nya. bapak, sukses yah.
untuk melihat puisinya, buka *specialforus.multiply.com*
Senin, Oktober 20, 2008
dia cerita
pagi ini (01.49 am) aku sangat senang. sampai-sampai aku bingung cara melampiaskannya. memang tidak mudah melewati malam tadi hingga datangnya detik ini. intinya, dia cerita. apapun itu, hanya aku dan dia yang tau, dan mereka mengerti. kalian pasti bingung. apapun bujukan kalian, tetap, ini akan menjadi rahasia dan kebanggaan (kegembiraan tak terhingga) tersendiri.
.cinta.
.cinta.
Jumat, Oktober 17, 2008
Hidup
Mendatangi pagi ini dengan jam tepat di angka 12. Aku menerima pesan elektronik sari seseorang yang saya kenal. Berisi "tenang nak, saya akan berusaha". aku sangat mengerti bahwa hidup ini adalah sebuah proses pembelajaran hidup, proses dimana kita melakukan hal, menunggu, dan mendapat hasil. Terdengar berbelit-belit.
Tidak mungkin aku membongkar semua keluh kesah dan membiarkan parasit-parasit itu membeberkan isinya.
"i give u a chance to choose"
Katanya begitu, tidak mudah untuk mengambil keputusan jalan mana yang harus dipilih. Kadang jalan yang sudah dipilih sesuai kehendak, malah sedang di renovasi. Siapa yang tidak kesal? Ingin sekali kuteriakan keresahan ini. Tapi apa daya, jiwa ini terkunci untuk meneriakkan semuanya.
Apa lagi yang harus aku tolak? Karena semua penolakan sudah aku terima.
Kemunafikan ini sudah mulai melebar dan mengembang. Sepertinya sudah cukup kalian mendengar keluhan ini. Memang terlalu berat aku menampung semuanya, tapi apa boleh buat?
Teman, kalau diteruskan keluhan ini, akan semakin membuatku "ngawur" dalam berkata.
Lebih baik kita sudahi saja. Sampai bertemu di pintu kebahagiaan yang sudah kita bangun bersama, teman!
Cintailah sesama karena memang itulah inti hidup, cinta.
-Riphat
Tidak mungkin aku membongkar semua keluh kesah dan membiarkan parasit-parasit itu membeberkan isinya.
"i give u a chance to choose"
Katanya begitu, tidak mudah untuk mengambil keputusan jalan mana yang harus dipilih. Kadang jalan yang sudah dipilih sesuai kehendak, malah sedang di renovasi. Siapa yang tidak kesal? Ingin sekali kuteriakan keresahan ini. Tapi apa daya, jiwa ini terkunci untuk meneriakkan semuanya.
Apa lagi yang harus aku tolak? Karena semua penolakan sudah aku terima.
Kemunafikan ini sudah mulai melebar dan mengembang. Sepertinya sudah cukup kalian mendengar keluhan ini. Memang terlalu berat aku menampung semuanya, tapi apa boleh buat?
Teman, kalau diteruskan keluhan ini, akan semakin membuatku "ngawur" dalam berkata.
Lebih baik kita sudahi saja. Sampai bertemu di pintu kebahagiaan yang sudah kita bangun bersama, teman!
Cintailah sesama karena memang itulah inti hidup, cinta.
-Riphat
Senin, Oktober 13, 2008
ingin sekali memperjelas. tapi sulit
gadis itu. nyebelin. ngangenin. apalagi? engga tau ah. pokoknya love her deh yah.
sebuah cerita
sebuah cerita
tertera di kepala
terasa merata
ramai dan menderita
Terpaksa dan tak rata
tidak murni
terlihat seperti
asli
Mereka menyebutnya 'original'
baiklah itu saja.
para pembaca jangan diambil hati. anggap saja tulisan ini sebuah hiburan terselubung.
-Riphat
tertera di kepala
terasa merata
ramai dan menderita
Terpaksa dan tak rata
tidak murni
terlihat seperti
asli
Mereka menyebutnya 'original'
baiklah itu saja.
para pembaca jangan diambil hati. anggap saja tulisan ini sebuah hiburan terselubung.
-Riphat
MSC (mushroom sega crew) family. my second family.
Liburan tahun ini cukup membuat saya tersenyum beberapa saat. saat dimana saya tertahan, saya terlepas. sulit mengartikan, apalagi menjelaskan kepada kamu -mungkin tidak ada saat itu-, inti nya, ini adalah beberapa tanda kenang yang kami ambil untuk diabadikan disini. memang mencapai ratusan jika saya pasang semua, maka lebih baik seperti ini. silahkan dinikmati dan dikritik. sukses selalu untuk MSC Family, we're all brother.

semuanya, terima kasih. masih ada sekitar 80 orang yang tidak ikut foto. ini hanya simbolis. haha
bersenda gurau bersama. suatu hal yang dicintai Allah. kami terkejut, terpotret tiba-tiba.
Tertawa. mencairkan kekakuan dalam sebuah kebersamaan.
Nugie(the green one, my brother[as always]).
saya bersama alat transportasi yang sangat menjelaskan diri saya. B 236 RF. Riphat fattah 23 juni, jakarta.

semuanya, terima kasih. masih ada sekitar 80 orang yang tidak ikut foto. ini hanya simbolis. haha
bersenda gurau bersama. suatu hal yang dicintai Allah. kami terkejut, terpotret tiba-tiba.
Tertawa. mencairkan kekakuan dalam sebuah kebersamaan.Nugie(the green one, my brother[as always]).
saya bersama alat transportasi yang sangat menjelaskan diri saya. B 236 RF. Riphat fattah 23 juni, jakarta.
Lebaran

lebaran, kata maaf sangat mudah dilontarkan, manusia jadi mudah melakukan kesalahan. tapi, lupakan lah, kita kembali mengingat aja hari suci itu, dan sangat bermakna bagi saya.
Bertemu sanak keluarga dari berbagai daerah. berkumpul, bercengkerama.
semua seakan tanpa dosa.
memang hari itu sangat bahagia. sampai-sampai saya melakukan hal bodoh. saya lupa untuk mengabadikan moment - moment indah tersebut.
Saya bertemu sahabat. teman. dan dia. huah. sudahlah tidakperlu dibahas. semakin dibicarakan. semakin malu. hahaha. tapi saya mengabadikannya. walau hanya satu.
okay, they are special. at least until the time i write this. love you, all my family, and all people who love me too.
review aja
malam dimana saya membuat sebuah tulisan -dalam beberapa komunitas menyebutnya puisi- berjudul mengingatnya.
Adalah malam dimana saya teringat Alm. ibu tercinta. hmm. sekian lama. kangen sekali.
Beliau, tidak dapat ku ungkapkan.
Adalah malam dimana saya teringat Alm. ibu tercinta. hmm. sekian lama. kangen sekali.
Beliau, tidak dapat ku ungkapkan.
Sabtu, Oktober 04, 2008
mengingatnya
Ibu,
tidak kulihat kau dipagi yang cerah ini. meraba sekitar, tidak ada tanda-tanda kehadiranmu.
menengok kebelakang, kumelihat keceriaan mu. Tapi samar kulihat keceriaan itu di depanku.
Ibu, kau melangkah terlalu jauh, hingga mataku terlalu buram untuk mengira itu dirimu. Hingga aku tidak dapat menggandeng tangan mu, hingga tangan ini sukar untuk memelukmu. Hingga teriak panggilku hanya seperti desir pasir. Hingga tak ada harapan untuk berbisik, "ibu, saya sangat mencintaimu".
Ibu,
Biarlah tetes airmata ku ini menjadi samudra dan dapet membawa ku berlayar untuk menemui mu. Namun, bukankah surga itu diatas langit ketujuh?
Apa daya ku ibu, seorang manusia yang hidup penuh rekayasa, manusia penuh bualan.
Ibu,
temui aku bila waktu mengizinkan.
-Riphat
tidak kulihat kau dipagi yang cerah ini. meraba sekitar, tidak ada tanda-tanda kehadiranmu.
menengok kebelakang, kumelihat keceriaan mu. Tapi samar kulihat keceriaan itu di depanku.
Ibu, kau melangkah terlalu jauh, hingga mataku terlalu buram untuk mengira itu dirimu. Hingga aku tidak dapat menggandeng tangan mu, hingga tangan ini sukar untuk memelukmu. Hingga teriak panggilku hanya seperti desir pasir. Hingga tak ada harapan untuk berbisik, "ibu, saya sangat mencintaimu".
Ibu,
Biarlah tetes airmata ku ini menjadi samudra dan dapet membawa ku berlayar untuk menemui mu. Namun, bukankah surga itu diatas langit ketujuh?
Apa daya ku ibu, seorang manusia yang hidup penuh rekayasa, manusia penuh bualan.
Ibu,
temui aku bila waktu mengizinkan.
-Riphat
Sabtu, September 27, 2008
BANGSAT!! Tanpa arti
BERTERIAK!!
MUNTAH.
MUAK...
memberontak di dalam penjara bawah tanah yang bertempat di pulau seberang. Tanpa arti.
Sama saja berbicara bahasa Cina di Eropa. Tanpa arti.
BANGSAT.
Darah mengalir hati gempa
longsor dilambung.
Jantungku menegaskan dengan membuat yang lain tercengang
Pengacara, saya butuh pengacara!
Tunggu dia merengek dan mencium kakinya.
ibu menanti saya di perapian
Bangsat!!
-Riphat
"Meludah dengan mulut kering, tanpa arti"
MUNTAH.
MUAK...
memberontak di dalam penjara bawah tanah yang bertempat di pulau seberang. Tanpa arti.
Sama saja berbicara bahasa Cina di Eropa. Tanpa arti.
BANGSAT.
Darah mengalir hati gempa
longsor dilambung.
Jantungku menegaskan dengan membuat yang lain tercengang
Pengacara, saya butuh pengacara!
Tunggu dia merengek dan mencium kakinya.
ibu menanti saya di perapian
Bangsat!!
-Riphat
"Meludah dengan mulut kering, tanpa arti"
jantung berhenti, hati bergetar
jantungnya berhenti
hatinya bergetar
rumput terinjak
rawa tertutup
sang tupai bodoh berjalan tanpa arah, harimau sirkus lari, hidup tanpa pawang
mobil dipaksa bergerak tanpa mesin.
berperang tanpa komandan lebih baik mati, ludah menghilang bibir mengering dan terkelupas
kulit bersisik berkerak
belatung menggerogoti tubuh hingga musnah
jantung berhenti, hati bergetar
tak ada alasan menemani
tak ada lagi norma kehidupan
rumah terbakar tak ada yang peduli karena memang bukan rumah mereka
aku berselisih dan tersisih
beruang lugu.
mencari makan, disangka jahat
bertahan hidup, malah terkucil
terkucil dari setiap kelompok kecil
menari setelah mati suri
pandangi dunia
resapi dia.
-Riphat
"tengah malam buta tanpa arti terlihat lebih bermakna"
hatinya bergetar
rumput terinjak
rawa tertutup
sang tupai bodoh berjalan tanpa arah, harimau sirkus lari, hidup tanpa pawang
mobil dipaksa bergerak tanpa mesin.
berperang tanpa komandan lebih baik mati, ludah menghilang bibir mengering dan terkelupas
kulit bersisik berkerak
belatung menggerogoti tubuh hingga musnah
jantung berhenti, hati bergetar
tak ada alasan menemani
tak ada lagi norma kehidupan
rumah terbakar tak ada yang peduli karena memang bukan rumah mereka
aku berselisih dan tersisih
beruang lugu.
mencari makan, disangka jahat
bertahan hidup, malah terkucil
terkucil dari setiap kelompok kecil
menari setelah mati suri
pandangi dunia
resapi dia.
-Riphat
"tengah malam buta tanpa arti terlihat lebih bermakna"
Sabtu, September 20, 2008
Dia itu Dia. Tanpa nama
dia. melewati hari tanpa malam.
siang berarti sepanjang hari.
dia. selalu menari. semuanya mengikutinya.
dia. menari mereka menari
dia berlari mereka berlari
tidak ada hidup tertutup.
berlatih tanpa letih
tidak menyerah,tapi memapah
rambut pirang tidak selalu menang
jgn tuang jgn senang.
ini punya arti
karena dia itu dia.
dia bukan siapa-siapa
hanya dia.
dia itu dia
penuh bunga disekitarnya
jangan salah mengerti !
semua ini punya arti
jgn berpikir terlalu dini
karena dia hanya dia
dan dia itu dia
-riphat-
siang berarti sepanjang hari.
dia. selalu menari. semuanya mengikutinya.
dia. menari mereka menari
dia berlari mereka berlari
tidak ada hidup tertutup.
berlatih tanpa letih
tidak menyerah,tapi memapah
rambut pirang tidak selalu menang
jgn tuang jgn senang.
ini punya arti
karena dia itu dia.
dia bukan siapa-siapa
hanya dia.
dia itu dia
penuh bunga disekitarnya
jangan salah mengerti !
semua ini punya arti
jgn berpikir terlalu dini
karena dia hanya dia
dan dia itu dia
-riphat-
Minggu, Agustus 31, 2008
Datang singkat pergi bagai menua. Dia
Akhirnya Dia datang. Semakin tua saja, semua menyambut dan memohon berkah pada yang menciptanya. mencipta siapa? ya Dia. siapa lagi?
Aku mengerti. semua menghargainya.
waktu yang sempurna. indah dan tidak tergantikan.
singkat tapi menyentuh hati. Jiwa tentram tanpa gangguan. Mau tidak mau, pasti selalu sabar.
Tinggi hati? pergi jauh. kikir pada sembunyi, dan tidak ada yang tidak mau mengalah.
semoga kalian mengerti jiwa tentram yang damai sementara ini. Akan menjadi pertumpahan darah perkiraan ketika Dia pergi.
inilah saatnya perubahan (sementara). Dapatkah kalian merasakan damainya?
Sampah, walaupun didaur ulang, akan tetap begitu. indah untuk sementara. Hanya ketika Dia datang.
Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.
-Riphat
Aku mengerti. semua menghargainya.
waktu yang sempurna. indah dan tidak tergantikan.
singkat tapi menyentuh hati. Jiwa tentram tanpa gangguan. Mau tidak mau, pasti selalu sabar.
Tinggi hati? pergi jauh. kikir pada sembunyi, dan tidak ada yang tidak mau mengalah.
semoga kalian mengerti jiwa tentram yang damai sementara ini. Akan menjadi pertumpahan darah perkiraan ketika Dia pergi.
inilah saatnya perubahan (sementara). Dapatkah kalian merasakan damainya?
Sampah, walaupun didaur ulang, akan tetap begitu. indah untuk sementara. Hanya ketika Dia datang.
Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.
-Riphat
Jumat, Agustus 22, 2008
saya itu saya
saya
dia itu saya
mereka bukan saya
kamu itu saya
saya itu saya
melihat, mendengar, dan kawan-kawan-nya itu saya
sulit dijelaskan
orang sekitar itu saya
saya itu saya
memenjarakan rasa
tidak peduli
sombong, hina, dan kawan-kawan-nya itu saya
orang baik itu saya
saya itu saya
dia itu saya
mereka bukan saya
kamu itu saya
saya itu saya
melihat, mendengar, dan kawan-kawan-nya itu saya
sulit dijelaskan
orang sekitar itu saya
saya itu saya
memenjarakan rasa
tidak peduli
sombong, hina, dan kawan-kawan-nya itu saya
orang baik itu saya
saya itu saya
anjing
ga tau kenapa. bete aja. kangen dia, mungkin anda. mereka juga. tai. huh. semua yg kotor2 nongol deh. bangke ah. saya ga marah kok. beneran. cuma males aja. males apa nya aja saya engga tau. butuh dia banget. tapi percuma juga sih. tidak akan sadar juga orangnya. haha. semakin hari, lama2 saya bisa menjadi semakin gila..
Langganan:
Postingan (Atom)

