Sabtu, Oktober 04, 2008

mengingatnya

Ibu,
tidak kulihat kau dipagi yang cerah ini. meraba sekitar, tidak ada tanda-tanda kehadiranmu.
menengok kebelakang, kumelihat keceriaan mu. Tapi samar kulihat keceriaan itu di depanku.
Ibu, kau melangkah terlalu jauh, hingga mataku terlalu buram untuk mengira itu dirimu. Hingga aku tidak dapat menggandeng tangan mu, hingga tangan ini sukar untuk memelukmu. Hingga teriak panggilku hanya seperti desir pasir. Hingga tak ada harapan untuk berbisik, "ibu, saya sangat mencintaimu".

Ibu,
Biarlah tetes airmata ku ini menjadi samudra dan dapet membawa ku berlayar untuk menemui mu. Namun, bukankah surga itu diatas langit ketujuh?
Apa daya ku ibu, seorang manusia yang hidup penuh rekayasa, manusia penuh bualan.

Ibu,
temui aku bila waktu mengizinkan.

-Riphat

Sabtu, September 27, 2008

BANGSAT!! Tanpa arti

BERTERIAK!!


MUNTAH.


MUAK...



memberontak di dalam penjara bawah tanah yang bertempat di pulau seberang. Tanpa arti.

Sama saja berbicara bahasa Cina di Eropa. Tanpa arti.

BANGSAT.

Darah mengalir hati gempa
longsor dilambung.

Jantungku menegaskan dengan membuat yang lain tercengang


Pengacara, saya butuh pengacara!

Tunggu dia merengek dan mencium kakinya.

ibu menanti saya di perapian

Bangsat!!



-Riphat




"Meludah dengan mulut kering, tanpa arti"

jantung berhenti, hati bergetar

jantungnya berhenti

hatinya bergetar

rumput terinjak

rawa tertutup

sang tupai bodoh berjalan tanpa arah, harimau sirkus lari, hidup tanpa pawang
mobil dipaksa bergerak tanpa mesin.

berperang tanpa komandan lebih baik mati, ludah menghilang bibir mengering dan terkelupas
kulit bersisik berkerak

belatung menggerogoti tubuh hingga musnah


jantung berhenti, hati bergetar

tak ada alasan menemani
tak ada lagi norma kehidupan

rumah terbakar tak ada yang peduli karena memang bukan rumah mereka


aku berselisih dan tersisih

beruang lugu.
mencari makan, disangka jahat
bertahan hidup, malah terkucil

terkucil dari setiap kelompok kecil

menari setelah mati suri

pandangi dunia
resapi dia.

-Riphat





"tengah malam buta tanpa arti terlihat lebih bermakna"

Sabtu, September 20, 2008

Dia itu Dia. Tanpa nama

dia. melewati hari tanpa malam.
siang berarti sepanjang hari.
dia. selalu menari. semuanya mengikutinya.
dia. menari mereka menari
dia berlari mereka berlari
tidak ada hidup tertutup.
berlatih tanpa letih
tidak menyerah,tapi memapah
rambut pirang tidak selalu menang
jgn tuang jgn senang.
ini punya arti
karena dia itu dia.
dia bukan siapa-siapa
hanya dia.
dia itu dia
penuh bunga disekitarnya
jangan salah mengerti !
semua ini punya arti
jgn berpikir terlalu dini
karena dia hanya dia
dan dia itu dia



-riphat-

Minggu, Agustus 31, 2008

Datang singkat pergi bagai menua. Dia

Akhirnya Dia datang. Semakin tua saja, semua menyambut dan memohon berkah pada yang menciptanya. mencipta siapa? ya Dia. siapa lagi?

Aku mengerti. semua menghargainya.
waktu yang sempurna. indah dan tidak tergantikan.
singkat tapi menyentuh hati. Jiwa tentram tanpa gangguan. Mau tidak mau, pasti selalu sabar.

Tinggi hati? pergi jauh. kikir pada sembunyi, dan tidak ada yang tidak mau mengalah.

semoga kalian mengerti jiwa tentram yang damai sementara ini. Akan menjadi pertumpahan darah perkiraan ketika Dia pergi.

inilah saatnya perubahan (sementara). Dapatkah kalian merasakan damainya?

Sampah, walaupun didaur ulang, akan tetap begitu. indah untuk sementara. Hanya ketika Dia datang.



Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.


-Riphat

Jumat, Agustus 22, 2008

saya itu saya

saya

dia itu saya

mereka bukan saya

kamu itu saya

saya itu saya

melihat, mendengar, dan kawan-kawan-nya itu saya

sulit dijelaskan

orang sekitar itu saya

saya itu saya

memenjarakan rasa

tidak peduli

sombong, hina, dan kawan-kawan-nya itu saya

orang baik itu saya

saya itu saya

anjing

ga tau kenapa. bete aja. kangen dia, mungkin anda. mereka juga. tai. huh. semua yg kotor2 nongol deh. bangke ah. saya ga marah kok. beneran. cuma males aja. males apa nya aja saya engga tau. butuh dia banget. tapi percuma juga sih. tidak akan sadar juga orangnya. haha. semakin hari, lama2 saya bisa menjadi semakin gila..