sebuah cerita
tertera di kepala
terasa merata
ramai dan menderita
Terpaksa dan tak rata
tidak murni
terlihat seperti
asli
Mereka menyebutnya 'original'
baiklah itu saja.
para pembaca jangan diambil hati. anggap saja tulisan ini sebuah hiburan terselubung.
-Riphat
Senin, Oktober 13, 2008
MSC (mushroom sega crew) family. my second family.
Liburan tahun ini cukup membuat saya tersenyum beberapa saat. saat dimana saya tertahan, saya terlepas. sulit mengartikan, apalagi menjelaskan kepada kamu -mungkin tidak ada saat itu-, inti nya, ini adalah beberapa tanda kenang yang kami ambil untuk diabadikan disini. memang mencapai ratusan jika saya pasang semua, maka lebih baik seperti ini. silahkan dinikmati dan dikritik. sukses selalu untuk MSC Family, we're all brother.

semuanya, terima kasih. masih ada sekitar 80 orang yang tidak ikut foto. ini hanya simbolis. haha
bersenda gurau bersama. suatu hal yang dicintai Allah. kami terkejut, terpotret tiba-tiba.
Tertawa. mencairkan kekakuan dalam sebuah kebersamaan.
Nugie(the green one, my brother[as always]).
saya bersama alat transportasi yang sangat menjelaskan diri saya. B 236 RF. Riphat fattah 23 juni, jakarta.

semuanya, terima kasih. masih ada sekitar 80 orang yang tidak ikut foto. ini hanya simbolis. haha
bersenda gurau bersama. suatu hal yang dicintai Allah. kami terkejut, terpotret tiba-tiba.
Tertawa. mencairkan kekakuan dalam sebuah kebersamaan.Nugie(the green one, my brother[as always]).
saya bersama alat transportasi yang sangat menjelaskan diri saya. B 236 RF. Riphat fattah 23 juni, jakarta.
Lebaran

lebaran, kata maaf sangat mudah dilontarkan, manusia jadi mudah melakukan kesalahan. tapi, lupakan lah, kita kembali mengingat aja hari suci itu, dan sangat bermakna bagi saya.
Bertemu sanak keluarga dari berbagai daerah. berkumpul, bercengkerama.
semua seakan tanpa dosa.
memang hari itu sangat bahagia. sampai-sampai saya melakukan hal bodoh. saya lupa untuk mengabadikan moment - moment indah tersebut.
Saya bertemu sahabat. teman. dan dia. huah. sudahlah tidakperlu dibahas. semakin dibicarakan. semakin malu. hahaha. tapi saya mengabadikannya. walau hanya satu.
okay, they are special. at least until the time i write this. love you, all my family, and all people who love me too.
review aja
malam dimana saya membuat sebuah tulisan -dalam beberapa komunitas menyebutnya puisi- berjudul mengingatnya.
Adalah malam dimana saya teringat Alm. ibu tercinta. hmm. sekian lama. kangen sekali.
Beliau, tidak dapat ku ungkapkan.
Adalah malam dimana saya teringat Alm. ibu tercinta. hmm. sekian lama. kangen sekali.
Beliau, tidak dapat ku ungkapkan.
Sabtu, Oktober 04, 2008
mengingatnya
Ibu,
tidak kulihat kau dipagi yang cerah ini. meraba sekitar, tidak ada tanda-tanda kehadiranmu.
menengok kebelakang, kumelihat keceriaan mu. Tapi samar kulihat keceriaan itu di depanku.
Ibu, kau melangkah terlalu jauh, hingga mataku terlalu buram untuk mengira itu dirimu. Hingga aku tidak dapat menggandeng tangan mu, hingga tangan ini sukar untuk memelukmu. Hingga teriak panggilku hanya seperti desir pasir. Hingga tak ada harapan untuk berbisik, "ibu, saya sangat mencintaimu".
Ibu,
Biarlah tetes airmata ku ini menjadi samudra dan dapet membawa ku berlayar untuk menemui mu. Namun, bukankah surga itu diatas langit ketujuh?
Apa daya ku ibu, seorang manusia yang hidup penuh rekayasa, manusia penuh bualan.
Ibu,
temui aku bila waktu mengizinkan.
-Riphat
tidak kulihat kau dipagi yang cerah ini. meraba sekitar, tidak ada tanda-tanda kehadiranmu.
menengok kebelakang, kumelihat keceriaan mu. Tapi samar kulihat keceriaan itu di depanku.
Ibu, kau melangkah terlalu jauh, hingga mataku terlalu buram untuk mengira itu dirimu. Hingga aku tidak dapat menggandeng tangan mu, hingga tangan ini sukar untuk memelukmu. Hingga teriak panggilku hanya seperti desir pasir. Hingga tak ada harapan untuk berbisik, "ibu, saya sangat mencintaimu".
Ibu,
Biarlah tetes airmata ku ini menjadi samudra dan dapet membawa ku berlayar untuk menemui mu. Namun, bukankah surga itu diatas langit ketujuh?
Apa daya ku ibu, seorang manusia yang hidup penuh rekayasa, manusia penuh bualan.
Ibu,
temui aku bila waktu mengizinkan.
-Riphat
Sabtu, September 27, 2008
BANGSAT!! Tanpa arti
BERTERIAK!!
MUNTAH.
MUAK...
memberontak di dalam penjara bawah tanah yang bertempat di pulau seberang. Tanpa arti.
Sama saja berbicara bahasa Cina di Eropa. Tanpa arti.
BANGSAT.
Darah mengalir hati gempa
longsor dilambung.
Jantungku menegaskan dengan membuat yang lain tercengang
Pengacara, saya butuh pengacara!
Tunggu dia merengek dan mencium kakinya.
ibu menanti saya di perapian
Bangsat!!
-Riphat
"Meludah dengan mulut kering, tanpa arti"
MUNTAH.
MUAK...
memberontak di dalam penjara bawah tanah yang bertempat di pulau seberang. Tanpa arti.
Sama saja berbicara bahasa Cina di Eropa. Tanpa arti.
BANGSAT.
Darah mengalir hati gempa
longsor dilambung.
Jantungku menegaskan dengan membuat yang lain tercengang
Pengacara, saya butuh pengacara!
Tunggu dia merengek dan mencium kakinya.
ibu menanti saya di perapian
Bangsat!!
-Riphat
"Meludah dengan mulut kering, tanpa arti"
jantung berhenti, hati bergetar
jantungnya berhenti
hatinya bergetar
rumput terinjak
rawa tertutup
sang tupai bodoh berjalan tanpa arah, harimau sirkus lari, hidup tanpa pawang
mobil dipaksa bergerak tanpa mesin.
berperang tanpa komandan lebih baik mati, ludah menghilang bibir mengering dan terkelupas
kulit bersisik berkerak
belatung menggerogoti tubuh hingga musnah
jantung berhenti, hati bergetar
tak ada alasan menemani
tak ada lagi norma kehidupan
rumah terbakar tak ada yang peduli karena memang bukan rumah mereka
aku berselisih dan tersisih
beruang lugu.
mencari makan, disangka jahat
bertahan hidup, malah terkucil
terkucil dari setiap kelompok kecil
menari setelah mati suri
pandangi dunia
resapi dia.
-Riphat
"tengah malam buta tanpa arti terlihat lebih bermakna"
hatinya bergetar
rumput terinjak
rawa tertutup
sang tupai bodoh berjalan tanpa arah, harimau sirkus lari, hidup tanpa pawang
mobil dipaksa bergerak tanpa mesin.
berperang tanpa komandan lebih baik mati, ludah menghilang bibir mengering dan terkelupas
kulit bersisik berkerak
belatung menggerogoti tubuh hingga musnah
jantung berhenti, hati bergetar
tak ada alasan menemani
tak ada lagi norma kehidupan
rumah terbakar tak ada yang peduli karena memang bukan rumah mereka
aku berselisih dan tersisih
beruang lugu.
mencari makan, disangka jahat
bertahan hidup, malah terkucil
terkucil dari setiap kelompok kecil
menari setelah mati suri
pandangi dunia
resapi dia.
-Riphat
"tengah malam buta tanpa arti terlihat lebih bermakna"
Langganan:
Postingan (Atom)
